Kamis, 22 Desember 2011

PENGARUH PROGRAM DANA BOS (Biaya Operasional Sekolah) TERHADAP TIPE BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP Negeri 5 BANJARNEGARA

2. PENDAHULUAN
2.1 LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan hak dasar bagi seluruh warga Negara, di Negara manapun dan di belahan bumi manapun. Dan sudah barang tentu Negara (pemerintah) sebagai pengemban amanah rakyat bertanggung jawab penuh atas terselenggaranya pendidikan bagi warga negaranya. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

Pendidikan gratis bagi masyarakat Indonesia memang saat ini masih menjadi polemik atau perbincangan dari berbagai kalangan. Bagi mereka yang berada dalam wilayah kekuasaan kependidikan tentu masih beranggapan bahwa pendidikan itu tidak mungkin gratis. Hal ini disebabkan dari berbagai pendapat bahwa pendidikan itu mahal dan perlu partisipasi uang masyarakat. Kita tahu bahwa pemerintah (Mendiknas) telah membuat dan melaksanakan program BOS (Biaya Operasional Sekolah).
Pada tahun 1994 pemerintah telah mencanangkan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun sebagaimana tercantum dalam Inpres No.1 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar, dan pada tahun 2006 tekad tersebut diperkuat dengan diterbitkan Inpres No.5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara.
Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Konsekuensi dari hal tersebut maka pemerintah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/Mts serta satuan pendidikan yang sederajat). Dalam rangka melaksanakan tekad tersebut di satu sisi, serta kemampuan masyarakat yang terus menurun sebagai dampak dari kenaikan harga BBM, maka Pemerintah menerapkan dan mengembangkan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Program ini dikomandani oleh Departemen Pendidikan Nasional, yang penyaluran, penggunaan, dan pertanggungjawabannya dilaksanakan secar aterpadu oleh para pihak yang terkait dari Menteri hingga Kepala Sekolah pada sekolah-sekolah yang berhak menerima dana BOS
BOS atau BIAYA OPERASIONAL SEKOLAH adalah salah satu program untuk membantu dan mensukseskan program wajib belajar dan pendidikan dasar 9 tahun dari sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). BOS telah diluncurkan sejak tahun 2005 lalu. Hal ini dalam rangka program dari dana kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak (Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak/PKPS-BBM). Dengan BOS diharapkan siswa dapat memperoleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar Sembilan tahun. Sasaran program BOS adalah semua sekolah setingkat SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di seluruh propinsi di Indonesia. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimaksud dalam PKPS BBM Bidang Pendidikan ini mencakup komponen untuk biaya operasional non personil. Biaya operasional non personil inilah yang diprioritaskan, bukan biaya kesejahteraan guru dan bukan biaya untuk investasi.
Proses pendidikan terarah pada peningkatan penguasaan pengetahuan, kemampuan keterampilan, pengembangan sikap dan nilai-nilai dalam rangka pembentukan dan pengembangan diri. Dalam rangka mencapai proses pendidikan yang terarah adalah melalui lembaga pendidikan formal seperti sekolah ataupun perguruan tinggi. Melalui lembaga pendidikan setiap orang dapat meningkatkan potensi yang ada dalam dirinya, untuk meningkatkan potensi tersebut seseorang harus bisa mencapai sebuah prestasi yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Peningkatan prestasi yang sesuai dengan bidang keahlian dapat dicapai dengan meningkatkan sebuah prestasi belajar. Peningkatan sebuah prestasi yang memuaskan serta tercapainya tujuan pendidikan adalah harapan bagi setiap siswa yang mengikuti proses pendidikan. Tugas siswa untuk mencapai prestasi dan tujuan pendidikan adalah melalui kegiatan belajar.
Dalam kegiatan belajar, siswa sangat perlu dibantu dan diarahkan untuk mengenali tipe belajar yang sesuai dengan dirinya sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Menurut Deporter (2003:85), terdapat 3 tipe dalam belajar yaitu tipe visual, auditori dan kinestetik. Tipe visual belajar melalui apa yang mereka lihat, tipe auditori belajar dengan cara mendengar dan tipe kinestetik belajar dengan gerak, bekerja dan menyentuh. Meskipun sebagian besar orang memiliki potensi untuk kecenderungan utama terhadap salah satu tipe belajar yang berperan sebagai filter dalam pembelajaran (Blander dan Grinder dalam de Porter, 2003:85).
Setiap orang belajar dengan cara yang berbeda-beda dan semua cara sama baiknya. Kenyataannya, kita semua memiliki gaya belajar hanya saja biasanya satu gaya mendominasi. Menurut Bandler dan Grinder dalam Bobbi De Porter (2000:85) Meskipun kebanyakan orang memiliki akses ke ketiga tipe visual, auditorial, dan kinestetik hampir semua orang cenderung pada salah satu tipe belajar. Menurut Markova dalam Bobbi De Porter (2000:85) yang berperan sebagai saringan untuk pembelajaran, pemrosesan dan komunikasi orang tidak cenderung pada satu modalitas, mereka juga memanfaatkan kombinasi tipe tertentu yang memberi mereka bakat dan kekurangan alami tetentu. Berdasarkan hal tersebut maka bisa dikatakan bahwa setiap individu adalah unik artinya memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain, dalam hal belajar masing-masing individu akan memiliki karakteristik cara belajar
Dalam meraih sebuah prestasi belajar yang baik , siswa menggunakan tipe belajar sesuai dengan minatnya masing-masing pada tipe belajar yang ada. Untuk mendukung kegiatan belajar yang sesuai dengan minatnya, tentu saja membutuhkan biaya, maka dengan adanya kebijakan pendidikan dana BOS apakah akan mempengaruhi gaya belajar siswa?
Dengan adanya uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : PENGARUH PROGRAM DANA BOS (Biaya Operasional Sekolah) TERHADAP TIPE BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP Negeri 5 BANJARNEGARA



2.2 BATASAN MASALAH
2.2.1 BOS (Biaya Operasional sekolah)
Berdasarkan UUD 1945 pasal 31dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Dalam panduan tersebut dijelaskan bahwa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah yang berasal dari realokasi dana subsidi BBM (PKPS-BBM) di bidang pendidikan. Program ini bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dan meringankan bagi siswa lain.
BOS (Biaya Operasional sekolah) adalah salah satu program untuk membantu dan mensukseskan program wajib belajar dan pendidikan dasar 9 tahun dari sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). BOS telah diluncurkan sejak tahun 2005 lalu. Hal ini dalam rangka program dari dana kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak (Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak/PKPS-BBM).
2.2.2 Tipe Belajar
Tipe atau gaya dapat berarti modalitas. Maka tipe atau gaya belajar merujuk pada tipe belajarnya, yaitu cara interaksi individu dengan sistem pesan atau rangsangan kemudian memproses dan menganalisa pesan tersebut di dalam otak untuk dijadikan pengetahuan. Setiap orang mempunyai gaya pembelajaran yang tersendiri yang berbeda secara individu seperti mana sidik jari (Gremli dalam Zakaria, 2007 :1)
Tipe belajar atau gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Ketika kita menyadari bagaimana diri ini dan orang lain menyerap dan mengolah informasi, kita dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi lebih mudah dengan gaya sendiri.

2.3 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumusankan bahwa permasalahan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana Tipe Belajar siswa kelas VIII di SMP N 5 Banjanegara?
2. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara program dana BOS terhadap Tipe Belajar siswa kelas VIII di SMP N 5 Banjarnegara?

2.4 TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui gaya belajar yang digunakan siswa di SMP N 5 Banjanegara
2. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara program dana BOS terhadap Tipe Belajar siswa kelas VIII di SMP N 5 Banjarnegara.



2.5 MAMFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat dari hasil penelitian ini, diharapkan:
1. Dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pemerintah dalam rangka memberikan kebijakan pendidikan untuk mendorong mutu belajar siswa.
2. Sebagai informasi tambahan bagi sekolah tentang tipe belajar yang diminati siswa.
3. Sekiranya dengan diketahuinya seberapa besar pengaruh program dana BOS terhadap tipe belajar siswa, pihak sekolah dan guru dapat memberikan metode belajar yang sesuai dengan tipe belajar yang diminati siswa, sehingga dapat mendorong prestasi siswa.

2.6 LANDASAN TEORI
2.6.1 Deskripsi teori
2.6.1.1 Dana BOS (Biaya Operasional Sekolah)
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah yang berasal dari realokasi dana subsidi BBM (PKPS-BBM) di bidang pendidikan. Program ini bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dan meringankan bagi siswa lain. Dengan BOS diharapkan siswa dapat memperoleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar Sembilan tahun. Sasaran program BOS adalah semua sekolah setingkat SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di seluruh propinsi di Indonesia.(Panduan Pelaksanaan BOS,Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama)
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimaksud dalam PKPS BBM Bidang Pendidikan ini mencakup komponen untuk biaya operasional non personil. Biaya operasional non personil inilah yang diprioritaskan, bukan biaya kesejahteraan guru dan bukan biaya untuk investasi.
Penggunaan Dana BOS harus berpedoman pada panduan pelaksanaan program BOS yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, antara lain mengatur tentang: kriteria kegiatan-kegiatan yang boleh dibiayai dana BOS; dan kegiatan-kegiatan yang tidak boleh dibiayai dari dana BOS.
Berdasarkan panduan tersebut Dana BOS boleh digunakan untuk :
a. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru : biaya pendaftaran, pengadaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut.
b. Pembelian buku teks pelajaran dan buku referensi untuk dikoleksidiperpustakaanPembelian bahan-bahan habis dipakai: buku tulis, kapur tulis, pensil, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran, gula kopi dan teh untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah.
c. Pembiayaan kegiatan kesiswaan: program remedial, program pengayaan, olah raga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya.
d. Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa.
e. Pengembangan profesi guru: pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS.
f. Pembiayaan perawatan sekolah: pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler dan perawatan lainnya.
g. Prioritas pertama penggunaan dana BOS adalah untuk komponen bila seluruh komponen diatas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran dan mebeler sekolah.
BOS tidak boleh digunakan untuk hal-hal sebagai berikut :
a. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan.
b. Dipinjamkan ke pihak lain.
c. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar, misalnya studi banding, studi tour (karya wisata) dan sejenisnya.
d. Membayar bonus, transportasi, atau pakaian yang tidak berkaitan dengan kepentingan murid.
e. Membangun gedung atau ruangan baru.
f. Membeli bahan atau peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran.
g. Menanamkan saham.
( Direktorat Jendaral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah : 2008)
2.6.1.1 Tipe belajar
Dalam kegiatan belajar, siswa sangat perlu dibantu dan diarahkan untuk mengenali tipe belajar yang sesuai dengan dirinya sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Tipe atau gaya dapat berarti modalitas. Maka tipe atau gaya belajar merujuk pada tipe belajarnya, yaitu cara interaksi individu dengan sistem pesan atau rangsangan kemudian memproses dan menganalisa pesan tersebut di dalam otak untuk dijadikan pengetahuan. Setiap orang mempunyai gaya pembelajaran yang tersendiri yang berbeda secara individu seperti mana sidik jari (Gremli dalam Zakaria, 2007 :1)
Tipe belajar atau gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Ketika kita menyadari bagaimana diri ini dan orang lain menyerap dan mengolah informasi, kita dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi lebih mudah dengan gaya sendiri. Terdapat 3 tipe dalam belajar yaitu tipe visual, auditori dan kinestetik. Tipe visual belajar melalui apa yang mereka lihat, tipe auditori belajar dengan cara mendengar dan tipe kinestetik belajar dengan gerak, bekerja dan menyentuh. Meskipun sebagian besar orang memiliki potensi untuk kecenderungan utama terhadap salah satu tipe belajar yang berperan sebagai filter dalam pembelajaran (Blander dan Grinder dalam de Porter, 2003:85


2.7 KERANGKA BERFIKIR
Berdasarkan landasan teori yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dikemukakan kerangka berfikir dalam penelitian ini sebagai berikut: bahwa terdapat dua variabel yaitu variabel independen adalah program dana BOS yang akan mempengaruhi vaiabel dependen adalah tipe belajar siswa. Apakah dengan adanya dana BOS akan memudahkan siswa dalam melakukan tipe belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya seperti tipe visual, auditori.

2.8 HIPOTESIS
Mengacu pada latar belakang dan permasalahan, maka hipotesis pada penelitian ini adalah : terdapat pengaruh yang signifikan antara program dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) terhadap tipe belajar siswa SMP Negeri 5 Banjarnegara.
2.9 PROSEDUR PENELITIAN
2.9.1 Metode Penelitian
Metode Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan metode penelitian kuantitatif.
2.9.2 Populasi dan Sampel
2.9.2.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian (Arikunto 2006 : 130). Sebagai populasinya adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Banjarnegara.
2.9.2.2 Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto 2006 : 131).
Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik random sampling. Penelitian menggunakan 2 kelas sebagai obyek penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penggunaan tehnik random sampling dengan memperhatikan ciri – ciri sebagai berikut:

a. Siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama.
b. Siswa yang menjadi obyek penelitian duduk pada tingkat kelas yang sama.
c. Siswa diampu oleh guru yang sama.

2.9.3 Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diinginkan dalam penelitian, metode pengumpulan data yang diinginkan adalah :

2.9.3.1 Kuesioner (Angket)
Angket atau kuesioner adalah sejum lah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 2006 : 151).
Keuntungan penggunaan angket adalah :
a. Tidak memerlukan hadirnya peneliti.
b. Dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden.
c. Dapat dijawab menurut kecepatannya masing-masing dan menurut waktu senggang responden.
d. Dapat dibuat anomim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malum menjawab.
e. Dapat dibuat terstandar sehingga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan ynag benar-benar sama.


Kelemahan penggunaaan angket adalah :
a. Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak dijawab.
b. Sulit untuk dicari validitasnya.
c. Kadang responden memberikan jawaban yang tidak sesuai atau tidak benar.
d. Sering terjadi keterlambatan dalam pengembalian angket.
Dalam penelitian ini menggunakan angket. Angket ini digunakan untuk mengetahui tanggapan responden terhadap pertanyaan yang diajukan. Dengan angket, responden mudah memberikan jawaban karena alternatif jawan sudah disediakan dan membutuhkan waktu singkat dalam menjawabnya.
Angket akan ditujukan kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Banjarnegara. Angket yang dinginkan oleh peneliti adalah angket dengan jawaban tertutup yaitu angket yang sudah disediakan jawabannya. Responden tinggal memilih salah satu alternatif jawaban yang disediakan. Dengan angket ini diharapkan dapat diketahui tentang manfaat adanya dana BOS, gaya belajar siswa, fasilitas sekolah yang mendukung gaya belajar siswa yang ada di SMP Negeri 5 Banjarnegara.
2.9.3.2 Dokumentasi
Dokumentasi, berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melaksanakan dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat catatan harian dan sebagainya (Arikunto 2006 : 158).
Dokumentasi akan digunakan untuk :
a. Data jumlah siswa
b. Data kondisi fisik bangunan sekolah
c. Jumlah staf pengajar
2.9.4 Teknik analisis data
Analisis data merupakan suatu langkah yang paling menentukan dalam suatu penelitian, karena analisis data berfungsi untuk menyampaikan hasil penelitian. Dalam penelitian ini teknik analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif persentase, teknik ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dana BOS terhadap tipe belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Banjarnegara. Rumus yang digunakan adalah :
Dp = - x 100 %
Keterangan :
Dp : Nilai persentase
n : skor butir angket jawaban siswa
N : Skor maksimum angket ( Muhammad Ali, 198 : 186)

Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengguanaan metode analisis ini adalah :
a. Membuat tabel distribusi jawaban angket.
b. Menentukan skor jawaban responden dengan ketentuan skor yang ditetapkan.
c. Menjumlahkan skor jawaban yang diperoleh dari tiap-tiap responden.
d. Memasukan skor tersebut kedalam rumus.
e. Hasil yang diperoleh selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel kategori.

2.10 DAFTAR PUSTAKA
Anni, Catharina Tri. et.al. 2006. Psikologi Belajar. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press
Arikunto, suharsimi. 2007. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi 6). Jakarta:PT Rineka Cipta
Kumpulan Skripsi. 2011. Pengaruh Modalitas Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika. Http://Putrabungo.blogspot.com/2001/01/html. (13 juli 2001).
Priandani, Desi Lia. 2010. Minat Pelajar Memasuki Pendidikan Tinggi Pendidikan (Studi Pada siswa SMA Negeri 1 Sigaluh). Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, FIS UNNES.
Sugandi, Achmad. et.al. 2007. Teori Pembelajaran. Semarang : Universitas Negeri Semarang
Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitan. Bandung: Alfabeta
. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Suryabrata, Sumadi. 2005. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar